Penyakit hati yang diinduksi obat adalah penyakit pada hati yang disebabkan oleh obat yang diresepkan dokter, obat bebas, vitamin, hormon, herbal, obat terlarang ("rekreasi"), dan racun lingkungan.
Banyak obat yang dapat menyebabkan penyakit hati. Contohnya termasuk penghilang rasa sakit seperti acetaminophen dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), antibiotik tertentu, antidepresan, agen anti-kanker, dan obat yang digunakan dalam mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan ritme jantung yang tidak teratur.
Penyakit hati yang diinduksi obat sangat bervariasi dalam tingkat keparahannya. Spektrum penyakit termasuk 1) tingkat darah yang abnormal dari enzim hati tanpa gejala, 2) hepatitis (peradangan sel hati), 3) nekrosis (kematian sel hati), 4) steatosis (penumpukan lemak di hati), 5) sirosis (jaringan parut lanjutan pada hati), 6) hepatitis fulminan (gagal hati berat yang mengancam jiwa), dan 7) pembekuan darah vena di dalam hati.
Pasien dengan penyakit hati yang diinduksi obat ringan mungkin memiliki sedikit atau tidak ada gejala atau tanda. Pasien dengan penyakit yang lebih serius (seperti hepatitis dan nekrosis) mengembangkan gejala dan tanda-tanda seperti kelelahan, kelemahan, nyeri perut yang tidak jelas, kehilangan nafsu makan, menguningnya kulit atau ikterus karena akumulasi bilirubin dalam darah, gatal, dan mudah memar karena penurunan produksi faktor pembekuan darah oleh hati yang berpenyakit.
Pasien dengan sirosis lanjut dapat mengembangkan akumulasi cairan di kaki (edema) dan perut (asites), kebingungan mental atau koma, gagal ginjal, kerentanan terhadap infeksi bakteri, dan perdarahan gastrointestinal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar